289Kutipan Jepang 名言
よどみに浮かぶうたかたは、かつ消えかつ結びて、久しくとどまりたるためしなし
よどみにうかぶうたかたは、かつきえかつむすびて、ひさしくとどまりたるためしなしYodomi ni ukabu utakata wa, katsu kie katsu musubite, hisashiku todomaritaru tameshi nashi
“Buih yang mengapung di air tenang pecah di sini, terbentuk di sana, dan tak pernah tinggal lama.”
Makna
Setelah sungai, buihnya: segala hal terbentuk dan terurai tanpa henti, dan tak satu pun bertahan dalam wujud yang sama. Memandangnya dengan tenang mengubah hubungan kita dengan kehilangan — dan dengan permulaan.
Asal-usul
Kalimat kedua Hōjōki karya Kamo no Chōmei (1212), lanjutan dari ”sungai mengalir tanpa henti”.
Aksara
- よどみ yodomiair tenang
- に nidi, pada
- 浮かぶ ukabumengapung
- うたかた
- は
- 、
- かつ
- 消え
- かつ
- 結びて
- 、
- 久しく
- とどまりたる
- ためし
- なし
にPartikelTitik tiba: sebuah tempat, waktu, atau tujuan.
Dalam praktik
Yang sedang terurai dalam hidupmu barangkali tengah menyiapkan wujud yang baru.