KANAE

Kerendahan hati

35 entri

  1. 010 Monyet pun jatuh dari pohon.
  2. 011 Tangan yang cekatan pun meloloskan air.
  3. 015 Jangan pernah lupakan semangat pemula.
  4. 017 Katak di dasar sumur tak mengenal samudra luas.
  5. 029 Elang yang cakap menyembunyikan cakarnya.
  6. 030 Semakin berisi bulir padi, semakin dalam ia menunduk.
  7. 031 Kalah adalah menang.
  8. 048 Yang merasa tak punya pun menyimpan tujuh kebiasaan aneh.
  9. 085 Si kuat yang menopang di bawah beranda.
  10. 088 Bertanya itu malu sesaat, tak bertanya itu malu seumur hidup.
  11. 089 Amatilah kelakuan orang lain, lalu perbaiki kelakuanmu.
  12. 090 Cubit dirimu untuk mengenal sakitnya orang lain.
  13. 094 Dipikul di punggung, si anak menunjukkan arungan.
  14. 104 Gunung tidak mulia karena tingginya.
  15. 115 Bunga tetangga lebih merah.
  16. 116 Tahu apa yang cukup.
  17. 117 Berdiri, setengah tatami; berbaring, satu tatami.
  18. 125 Sehabis menang, kencangkan tali ketopongmu.
  19. 142 Menyembunyikan kepala, memperlihatkan pantat.
  20. 180 Dari seribu pikiran, satu kekhilafan.
  21. 199 Berpikir ringan tentang diri, berpikir dalam tentang dunia.
  22. 204 Mengekori gema guntur tanpa pendapat sendiri.
  23. 207 Hasil sebuah laga juga soal waktunya.
  24. 212 Jalan setapak gunung — entah apa yang menyentuh: sekuntum violet.
  25. 221 Bahagia yang sedang-sedang saja, sungguh — tahun baruku sendiri.
  26. 223 Jangan pukul dia! Lalat itu menggosok tangannya, menggosok kakinya.
  27. 240 Mengalirkan air ke sawah sendiri.
  28. 242 Memuji lukisannya sendiri.
  29. 255 Memuji miso sendiri.
  30. 261 Angin musim semi di telinga kuda.
  31. 288 Untuk perkara kecil pun, seorang penunjuk jalan itu diinginkan.
  32. 293 Di gubuk jaga sawah musim gugur, beratap ilalang yang terlalu jarang, lengan bajuku basah oleh embun.
  33. 295 Tak tunduk pada hujan, tak tunduk pada angin.
  34. 296 Rumah yang tak bocor, makanan yang menghalau lapar: itu cukup.
  35. 301 Aku hanya mengenal rasa cukup.